Showing posts with label Abstract. Show all posts
Showing posts with label Abstract. Show all posts

October 2, 2012

Beberapa orang tidak pernah belajar sesuatu karena mereka menggenggam segala sesuatu terlalu
cepat. Kebijaksanaan bukanlah suatu titik sampai akan tetapi suatu cara berjalan. Kalau engkau
berjalan terlalu cepat, engkau tidak akan melihat pemandangan yang indah.
Dengan tepat mengerti kemana engkau menuju mungkin adalah cara yang paling tepat untuk
tersesat. Tidak semua orang bergelandangan tersesat.

April 27, 2012

Since I have entired university I have many things to do, like home works, midtest, etc... college, organizations... all of them make me bussy and didn’t have many time to update my blog, eventhough I have so many ideas to write.
There were so many things I had to do.

Seriously, the college orientation programme made me TIRED! 

But eventhough tired, I enjoyed it so much! I could know new people, either from the same class or different class with me. And I'm so happy to know them as my friends, my partners, my new family :)

From now on, I hope I can be a better person. I hope I can do the best in my college life. I hope I can fulfil my targets, and reach the goals. Hope I can make my parents proud with me, and be a better person for people around me! Hwaiting! :)

January 6, 2012

6.1.12

January 4, 2012

random things to say -> IP


assalaamu'alaykum.. hey. halo. apa kabar? saya ga baik. makanya ini mau curhat. hehe. tapi entahlah, semenjak saya jarang nge-post, saya jadi gak pandai merangkai kata-kata (dari dulu kayaknya juga nggak sih hehe). apalagi dalam bahasa inggris. tapi biar deh apa adanya aja ya. daripada saya malu gara-gara grammar acak-acakkan ntar. haha. karena batere laptop udah hampir empty so I gotta make it fast hohoho.

berhubung saat ini saya lagi ada di akhir semester, jadi saya mau ngomongin tentang Indeks Prestasi.
Indeks Prestasi? kenapa dinamakan begitu? apakah benar pencapaian seorang mahasiswa dapat direpresentasikan dalam bentuk angka di kolom Indeks Prestasi aka IP? lantas apakah jika IP saya 4,00 berarti saya telah mencapai sebuah pencapaian prestasi yang paling tinggi? Atau sebaliknya, jika IP saya hanya nasakom (nasib satu koma), itu berarti saya tergolong mahasiswa tidak berprestasi? lalu apa sebenarnya definisi spesifik dari Indeks Prestasi itu sendiri?

nilai akademik saya sejauh ini, selama mengikuti semester awal perkuliahan tidak tinggi, atau bahkan ada yang menggolongkannya rendah. sementara teman-teman seperjuangan saya yang lain mendapat nilai yang cukup memuaskan tanpa harus mengikuti kegiatan remidial. saya nggak tahu akan menjadi berapa IP kumulatif saya nanti. lantas, kalau akumulasi IP saya nanti hanya dua koma (atau bahkan satu koma), apakah itu berarti saya bukan mahasiswa berprestasi?

salah seorang dosen pernah berkata kurang lebih seperti ini, "IP itu seharusnya diletakkan pada prioritas di nomor 19. sementara yang pertama dipegang oleh kemampuan kalian dalam berkomunikasi. kalau IP kalian 4,00, paling-paling nanti jadi dosen. mau jadi dosen? belajar terus kerjaannya, nggak ada gebrakan yang menarik." lalu beliau tertawa dan saya seketika itu langsung berharap beliau adalah ayah angkat saya bukannya sekedar dosen sebuah mata kuliah. beliau adalah (mungkin) satu-satunya "orang tua" yang nggak berpikiran sempit bahwa 'nilai' bukanlah segalanya (selain ayah saya tentunya).

Bill Gates seringkali gagal dalam ujian dan teman-temannya berhasil. sekarang teman-temannya pun sukses dan berhasil menjadi karyawan dari sebuah perusahaan ternama dan perusahaan ternama itu miliknya!'"

isn't it simply touching and very much encouraging???

tapi di sisi lain, tidakkah kita memang hidup di negeri yang menjunjung tinggi arti sebuah 'nilai'? tidakkah memang sebagian besar penduduk negeri ini berpikiran kelewat sempit bahwa nilai (dalam arti sebenarnya) adalah tolak ukur paling signifikan akan pencapaian seseorang?
kalau mau mendaftar beasiswa, tentu IP jadi alat pembanding juga kan? kalau mau mendaftar kerja, IPK pasti harus turut dilampirkan, bukan?

tapi kenyataannya, apakah iya orang-orang yang IP-nya cumlaude (>3,50) itu bakal terjamin sukses hidupnya? well, mungkin memang besar kemungkinannya bahwa mereka akan menjadi best employee on best compenies, but would they be able to own the company-- to be another Bill Gates? That's the question. lantas, perihal beasiswa, apa mereka pasti lolos? kalau ada tes, dapatkah mereka mengaplikasikan ilmu mereka dalam bidang kehidupan dengan baik? apakah mereka yang ber-IP sempurna memiliki cukup pengalaman hidup yang berarti?

well... what's so important with being smart, anyway? I'd rather be wit. karena IP bukan satu-satunya tolak ukur, after all :)

p.s.maaf kalau di beberapa line saya terdengar sombong dan sok tau CMIIW. this post is made to be a rearview mirror of myself so I would know that taking this thing too seriously would only stress me out yet get me nowhere. CHEER UP, dear ME :)

October 14, 2011

blushing

It happened in the past, but the feeling of embarrassment still remains. It happened when I went to a bookstore with my friend. She picked me up at my house and we rode in her car to the bookstore, where we laughed most of the time and had fun. When it was getting late, we decided to go home. Since I was so sleepy, my friend asked me to wait for her outside the main entrance where she would pick me up in her car. When her car stopped where I was waiting, I got in.
Sleepily I lay back in the passanger seat and said, "What a cool day we had."
but instead of getting an agreeing answer from my friend, I heard an unknown voice saying, "Excuse me, what are you doing here? Who are you?"-_______- It was the wrong car! How embarrassing!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

September 29, 2011

horison imajinasi kita tak sama

Waktu kecil, saya selalu merasa takut saat langit tak berbulan. Mereka bilang Rahu telah memakannya habis. Orang tua saya yang hanya bisa saya ingat dengan samar itu dulu suka menakuti saya supaya saya tak bermain lama-lama saat hari telah mulai gelap. Saya dulu sangat takut saat ayah saya bilang Rahu berkeliaran di malam hari & mengisap jiwa anak-anak kecil yang masih murni agar membuatnya mempunyai kekuatan untuk terbang dan menelan bulan. Rahu adalah raksasa yang kehilangan seluruh tubuhnya hingga yang tersisa hanya kepalanya. Dia suka menelan bulan dan menyimpannya di kerongkongan. Dia melepaskan bulan sedikit demi sedikit saat mulai bosan.

Saat dewasa aku tahu bahwa Rahu tak pernah ada dan dia hanyalah sosok yang dimunculkan orang tua untuk menakut-nakuti anak-anak agar mereka patuh.

Dan bulan tak pernah hilang, dia hanya tertutupi saja, namun selalu berada di dekat planet bumi. Menjadi satelit yang setia dan tak berubah meski manusia sudah menginjak tanahnya...

February 15, 2011

structure query language

Saya benci hari rabu! Sangat benci!
Sebenarnya saya bukan benci harinya, tapi lebih tepatnya saya membenci pelajaran yang ada di hari rabu, lebih tepatnya lagi, guru yang mengajar pada hari rabu.
Saya gak suka cara dia mengajar.

Guru itu 'killer'.. Dia tidak suka membentak, tapi dia sering menggunakan majas ironi ataupun sinisme.
Memang tidak setiap siswa mengalami nasib naas seperti itu. Tapi 'makian' di depan umum sudah cukup membuat saya belajar bahwa melakukan kesalahan adalah: aib.
Apakah dengan konstruksi yang demikian ini tidak membekas di otak saya?
'makian-makian' itu membuat rasa percaya diri saya terluka.
Udah tahu pelajarannya susah, kok ngajarnya malah kayak begitu.