Showing posts with label Poets. Show all posts
Showing posts with label Poets. Show all posts

June 21, 2012

nasihat untuk sahabat

Sahabat,
Bersama kita mulai belajar
Untuk tidak memiliki sesuatu

Apa yang pernah Rabb berikan
Apa yang pernah Rabb kasihkan
Apa yang pernah Rabb titipkan
Semuanya milik yang Maha Rahmaan

Jadi adakah bagi kita alasan
Untuk merasa keberatan
Jika sebagian harta kita sisihkan
Jika sebegian kerat roti kita berikan
Jika sebagian waktu kita infakkan
Jika sebagian permata kita dermakan
Pada saudara kita yang lebih membutuhkan

Ataukah
Engkau merasa akan dilanda kemiskinan
Jika berbuat yang demikian



Sahabat
Bersama kita belajar
Untuk tidak dimiliki oleh sesuatu

Apa yang pernah Rabb sediakan
Apa yang pernah Rabb sandingkan
Apa yang pernah Rabb mudahkan
Semuanya dijadikan sebagai ujian
Untuk membuktikan bahwa cinta yang pernah kita ikrarkan
Tidak sebatas dalam ucapan

Haruskah kita lebih mencintai abi
Haruskah kita lebih mencintai umi
Haruskah kita lebih mencintai istri
Haruskah kita lebih mencintai puri
Haruskah kita lebih mencintai merci
Haruskah kita lebih mencintai deadline tak bertepi
Haruskah nyawa kita berakhir di ujung sepi

Mengapa engkau lebih mencintai dirimu sendiri
Ketimbang mencintai Rabb
Yang telah mengadakanmu di muka bumi

Mengapa engkau lebih mencintai semuanya ini
Ketimbang mencintai Rabb
Yang telah menyediakan semua yang kamu cintai di dunia ini

Ataukah
Engkau merasa
Bahwa engkau dipersulitkan
Bahwa engkau direpotkan
Bahwa engkau disiksakan
Karena yang engkau ingin adalah ketenangan
Karena yang engkau inginkan adalah keselamatan
Karena yang engkau inginkan adalah bersenang-senang

Tanpa pedulikan umat yang mulai dihujani tusukan
Tanpa pedulikan saudaramu yang mulai dilanda kelaparan
Tanpa pedulikan saudaramu yang kini mulai ditimpa kemusyrikan
Tanpa pedulikan saudaramu yang dalam setiap sujud ditemani mortir dan dentuman
Tanpa pedulikan risalahmu yang kini mulai dicincang
Sementara kamu hirup gratis hawa ini setiap pekan



Sahabat
Bersama kita belajar
Untuk berbuat sesuatu bukan karena sesuatu
Tetapi karena Rabbmu

Apa yang pernah Rabb perintahkan
Apa yang pernah Rabb larangkan
Apa yang pernah Rabb tunjukkan
Semuanya adalah hidayah yang harus kita jadikan tuntunan

Berbuat baiklah
Karena kita memang harus berbuat baik

Beramallah
Karena memang kita harus beramal

Berjuanglah
Karena memang kita diperintahkan

Bersujudlah
Karena memang kita harus bersujud di hadapan

Dan berbuatlah
Bukan karena engkau ingin dipuji
Bukan karena engkau ingin dicintai
Bukan karena engkau ingin dikenali

Dan berbuatlah
Lebih dari sekadar takut akan azab-Nya
Lebih dari sekadar harap akan jannah-Nya
Lebih dari sekadar rindu akan cinta-Nya

Tapi berbuat baiklah
Karena kita memang begitu tulus mencintai-Nya

Sahabat,
Di manakah ujung keihklasan
Ia ada dalam setiap nikmat
Yang benar-benar membekas dan dapat kamu rasakan

Maka, adalah sebuah keniscayaan
Jika kelak kamu dapat masuk dalam jannah-Nya
Melalui sekerat roti yang pernah kau sisihkan
Melalui setitik kebaikan yang pernah kamu berikan

Bukan karena sekerat roti yang kau dermakan
Tapi karena engkau kini mulai pahamkan
Akan arti satu dari sejuta nikmat yang kamu rasakan
Tak ada salahnya sang rabun membawa pelita
dan menapaki jejak di bawah semburat surya
sebab kebutaannya tertutup
pada tiap-tiap sudut penjuru kutub

Tak ada salahnya sang bisu bernyanyi syahdu
dan takjub dengan cahaya-Nya yang tak bersumbu
sebab kebisuannya menyekap segenap akal pikiran
dan mengekang ketidak-berdayaan untuk mengingat-Nya

Tak ada salahnya sang tuli bicara suara hati
dan berceracau notasi warna-warni
sebab ketuliannya bersemayam di telaga suci
tempat merenangi kedalaman makrifat nurani

Yang bersalah adalah mereka yang mengaku waras
atau mereka yang mengaku mampu melihat
atau mereka yang mengaku mampu bicara
atau mereka yang mengaku mampu mendengar
atau bahkan kesemuanya
namun terbutakan dengan fatamorgana semu
terlucuti keangkuhan
terhanyut kemunafikan
tenggelam dalam kegilaan
dan merasa diri waras dengan hidup bebas
merasa diri gemilang dengan tabir kehampaan
merasa diri menang pada dunia hitam
serasa hidup kekal hingga akhir jaman

July 12, 2011

menulis dengan jujur

Bertahun-tahun sudah saya tersangkar. Kalian gak akan tahu gimana rasanya, terjeruji di lingkungan yang sama sekali gak kalian inginkan, menghardik jiwa kalian sampai hambar, bahkan lebih buruk!
Kalian gak pernah mau tahu kan tentang kepedihan ini? Menangis dalam rangkulan kedua tangan sendiri, tenggelam dalam kesedihan yang menebah hati. Kalian-kalian... jangan pernah melucuti harga diri saya lagi dengan sorot mata seperti itu, menatap dengan sinar retina yang menghina.
Saya gak peduli betapa saya akan terlihat sangat cengeng.
Se-nggak peduli apa pun saya, sedewasa apa pun harusnya saya. Tangguh mana yang sanggup bertahan? Tangguh yang mana?!
Ya, saya memang ringkih. Sungguh ringkih.
Saya... Saya gak pernah bisa melupakan seperti apa hati saya saat itu. Berteriak. Menjerit. Terguncang. Menangis tanpa suara. Saya ingin tahu di mana letak nurani kalian?
Hhh, kumpulan pecundang itu?! Tentu aja nggak! Kalian gak pernah berhenti, gak pernah terketuk dan menangisi hati.
Kenapa harus saya? Kenapa kalian berlaku gak adil??
Bolehkah saya membenci kalian?
Hah, untuk apa? Bahkan kalian gak lebih penting dari tumpukan daging yang 'membusuk' yang pantas untuk saya hiraukan! Terlebih lagi, luka ini sudah mengering, namun membekas.

June 8, 2011

i wanna write something

Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati.
Dosaku menggunung sedang jiwaku amatlah rapuh.
Bencana menghampiri, sedang hatiku layu.
Inilah hati seorang hamba.
Yang hanya bisa mengaku bahwa aku adalah aku.
Tempat kealpaan.
Bejana kesalahan.
Cawan kezaliman.

Wahai Dzat yang agung.
Ku jaga hatiku untuk bisa mendekati-Mu.
Namun ku lumuri pula dengan dosa kepada-Mu.

Ku jaga lisanku untuk tidak menyakiti hatinya.
Tetapi sekarang mereka menyakitiku.
Ku jaga hatiku 'tuk tidak membencinya.
Tetapi mereka kini membenciku.

Akankah hilang asaku? Sedangkan Engkau adalah Dzat Yang Suci?
Akankah putus harapanku? Sedang Engkau Maha memanggil tuk kembali?

June 6, 2011

Qumayl

Aku bersumpah dengan tulus.
Seandainya Engkau izinkan aku untuk bicara di sana.
Di tengah penghuninya.

Aku akan menangis.
Dengan tangisan mereka yang menyimpan harapan.
Aku akan menjerit.
Dengan jeritan mereka yang memohon pertolongan.
Aku akan merintih.
Dengan rintihan mereka yang kehilangan.

Sungguh, aku akan menyeru-Mu di mana pun Engkau berada.
Aduhai Pelindung kaum mukminin.
Aduhai puncak harapan kaum arifin.
Aduhai Suaka yang memohon lindungan.
Aduhai kekasih kalbu orang-orang yang benar.
Aduhai sembahan seluruh alam.

Mahasuci Engkau.
Aduhai sembahanku.
Segala puji bagi-Mu...

December 30, 2010

mungkin hanya 'sampah' untukmu

Telah ku dengar episodemu yang membuat suara kami seakan tak berarti.
Telah ku saksikan banyak ketidak benaran menghinggapi.
Telah ku sadari bahwa hatimu sudah terkunci.

Wahai saudariku yang terpasung hatinya..
Mengapa kau membutakan mata menulikan telinga?
Mengapa kau mematikan hati menutupi kebenaran?
Akankah kau redupkan lentera rohanimu?

Apakah semua ini karena CINTA itu?
Cinta yang memerahkan hatimu, membutakan matamu?
Cinta yang kepekatannya menutup mata hatimu, memabukkanmu sesaat di nirwana,
dan kau tak bisa beralih di peluk merdunya senandung bahagia semu?

.. padahal sesungguhnya hanya kehampaan yang mengisi sisi gelap hatimu.
Itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsunya..

Ya Allah, hanya Engkau yang mengetahui keinginan terdalam hatinya.
Ya Allah,
tolong jangan biarkan hatinya terbuai dalam keindahan fatamorgana semu,
tolong jangan biarkan dia terlena dalam keindahan palsu, gantikanlah dengan keindahan sebenarnya yang hanya milik-Mu,
tolong jangan biarkan dia terpuruk dalam belenggu duniawi.
Ya Allah, tolong ajarkan kepadanya cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki.

Ya Allah,
tolong dia...
tolong dia...
tolong dia...


(Untukmu saudariku, Kak Ayyu Aghniaty.. Kami hanya tak ingin kau tersesat, kami hanya tak ingin kau keliru, kami hanya tak ingin kau terluka, ternoda.. Jiwamu adalah jiwa kami. Harga dirimu adalah harga diri kami. Dan hidupmu adalah hidup kami.. Itulah yang kami rasa, wahai saudariku.. Meski sepertinya kau menganggap kami 'HANYA TEMAN')

August 12, 2010

Kasih yang menakjubkan

Ku amati semesta yang terlelap, dan dengan refleksi yang mendalam ku temukan kenyataan dari sesuatu yang tak terhingga, sesuatu yang tak dapat dimusnahkan oleh apapun, yang tak dapat dipengaruhi oleh siapapun, yang tak dapat dibeli oleh kekayaan apapun.
Itu adalah sesuatu yang menghimpun kekuatan dengan kesabaran, atmosfer diharumkan dengan semerbaknya, gubahan cakrawala cinta pada bumi, tumbuh terlepas dari hambatan-hambatan, dan dimeditasikan dengan hati serta nurani.
Ku temukan kasihmu, IBU…