September 14, 2010

Riau part V : Okir Navlic

Hehe ada yang mengerti judul di atas maksudnya apa?
Sebenarnya itu nama sepupuku. Tapi namanya ku balik, aku samarkan, sebenarnya namanya yang benar tuh Riko Cilvan (ini sih gak disamarkan, tapi dipublikasikan! -____-)
terus ada apakah dengan si Riko ini?
Jadi begini ya, aku akan bercerita dulu, ya ummh cukup panjang mungkin ya.
Riko ini sepupuku, dia anak dari abangnya mamaku. Dia kembar! Kembarannya namanya Riki Calvin.
Sekarang mereka kelas 6 SD.
Nah, jadi ke intinya aja nih,.
Riko ini sakit. Sejak kelas 3 SD.
Tapi penyakitnya hmm agak aneh. Dokter bilang, dia kena penyakit X (aku gak bisa cerita lebih jelas lagi ya), tapi tanda-tandanya gak seperti penyakit X.
Riko udah pernah dibawa ke berbagai tempat pengobatan, termasuk ke 'orang pintar' (aku SANGAT SANGAT MENGUTUK tindakan ini). Tapi gak menampakkan hasil.
Hingga akhirnya, hari minggu kemarin, om alfed berencana mengajak Riko ke rumah om nya (aku sih manggilnya dengan panggilan 'Opa') untuk berobat alternatif gitu di BENGKALIS.
Yaudahdee, kita (bi leni, om alfed, fino, aku, bi yuk, riko, dan riki) berangkat ke pelabuhan untuk menyebrang ke bengkalis. Di sini penting ya, kalian harus ingat! Kami berangkat pukul 15.00 WIB, dan sampai di rumah opa pukul 22.30 WIB. Padahal yah, sebenarnya bengkalis tuh deket dari rumah nenekku. TAPITAPITAPI ngantri di pelabuhannya itu looooh! MasyaALLAH! Antriannyaaaa. Ada 5 juta mobil. Hahaha gak deng becandaaa. Ya pokoknya mobil tuh ummh banyak lah. Kemarin aja pas pulangnya, dari bengkalis, kita kan berangkat dari rumah opa jam setengah 7 pagi, pas sampai di pelabuhan, ternyataaa udah banyak banget mobil yang ngantri , mungkin panjang antriannya kirakira 2 km an lah (serius! Ini gak lebay! Mungkin yang di antrian paling depan itu udah ngantri dari semalam.)
alhasil, karena aku jam 1 siang harus pergi lagi ke pekan baru, yaudah kita (kecuali om alfed) turun dari mobil. Kita jalan kaki. Kita nyebrang duluan, ngejar waktu (padahal sebenarnya om alfed pun hari itu juga harus berangkat ke pekan baru, jemput mamanya).
Daan, kita sampai di rumah nenekku jam sebelas. Dan apa selanjutnya? Kalian tau?
Om alfed baru mulai nyebrang jam TIGA! Hhh, kasian om alfed.

Eh, melenceng jauh ceritanya! Sebenarnya kan mau cerita tentang riko.
Hmm, ya jadi kan kita sampai di rumah opa jam setengah sebelas, trus kita di ajak makan, trus tidur, iya tidur, sampai pagi.
Jadi aku gak tau gimana, di mana, dan kapan si riko itu diobati. Menurut pengakuan riko sih, katanya pas kita tidur, sekitar jam dua belasan gitu lah, dia diobati.
Dan, yeah, jujur, aku benci banget kalau harus ngomongin soal ini. Terkesan bodoh dan primitif banget menurutku. Jadi, kata opa, di dalam diri riko itu ada 'sesuatu' yang jumlahnya ada 7.. Kalian paham kan?
Kalau menurut perspektifku sih, sebenarnya kata dokter ada benarnya,. Tapi mereka-mereka aja yang sepertinya agak kurang paham. Sebenarnya penyakit riko itu bisa lah (kayaknya -______-) di obati secara medis. Dan yang bodohnya, mereka tuh seolah terhipnotis gitu sama omongannya opa. Yang gak boleh inilah, itulah, apalah,.
Hari gini, gituuu?
Gimana bangsa ini mau maju kalau masih aja percaya sama hal-hal yang tabu, mitos.
Okelah, memang di agama sudah dijelaskan mengenai hal itu. Tapi kan, gak sepenuhnya kita terikat. Kalau ada hal-hal aneh pasti dihubungkan dengan yang kayak gitu..
Jadi, intinya, pertebal aja iman kalian.. Istiqamah lah.

0 komenkomen:

Post a Comment

Wow.. I love comments! you just made my day! Thanks